Di dalam kereta.
Baru pulang makan malam dari sebuah gerai di Kampung Padang Air.
Penuh air sekeliling dan di tepi-tepi jalan. Hujan baru berhenti.
Kami suami isteri sedang berbicara tentang Rukun Islam kelima. Tentang Haji, tentang Baitullah.
Tentang Che' yang masih belum berkesempatan.
Arwah Ayah dulu pernah berniat untuk mengerjakan Haji sekelamin tapi Tuhan lebih mengetahui. Hanya Arwah yang sempat.
Tapi itu cerita lain.
Kami bercerita tentang tanggungjawab, tentang impian, tentang pengharapan.
Kami bercerita tentang adik abang.
Kami bercerita tentang komitmen, tentang segala macam permasaalahan.
Kakak bertanya;
Kenapa tak bawa Wan ke sana?
Isteriku tenang berkata. Aku hanya mendengar.
kalau dah cukup rezeki, kita akan bawa Wan sama-sama buat Haji nanti...
Kakak menyambung;
Ambil sahaja duit kakak dalam bank.
Isteri bertanya menduga. Aku sekadar mendengar sahaja.
Berapa duit kakak ada dalam bank?
...dua ratus.
Isteriku ketawa.
Aku hanya mendengar sambil memandu di gelap malam. Hujan merintik menimpa skrin hadapan.
Maher Zain bernyanyi-nyanyi...Allah Allah Kiya Karo... dari corong pembesar suara.
Cerita pengorbanan di Aidil Adha.
Terima kasih kakak.
~po
Allahi Allah kiya karo
Dukh na kisi ko diya karo
Jo duniya ka malik hai
Naam ussi ka liya karo.
Keep saying the name of Allah,
Don't hurt anybody
He, who is the ruler of the world,
Keep taking (reciting) his name.
4 comments:
saya selalu percaya, kalo kita sudah berniat sebegitu rupa... mesti Allah akan permudahkan caranya...
Didie
terharu...
Dulu-dulu, semenjak usia 20an, sy selalu berkata, InshaAllah, sebelum umur 38, sy akan mengerjakan haji. Ironinya, akaun tabung haji pun saya tak ada...InshaAllah...InshaAllah...
InshaAllah... hanya perisai kata-kata... menjelang usia 37, ditakdirkan Allah menjadi hamba yang menyahut seruannya.....merealisasikan impian di padang Arafah.... hanya dengan izinnya, inshaAllah.... dan masih tak ada akaun tabung haji...
Po, ambil la loan utk htr Che dulu sekurang2nya.
zer skywalker
Post a Comment