Tuesday, April 05, 2005

Rupa Tanpa Wajah





Dalam gelap pekat malam, bintang-bintang bersinar terang bagaikan berlian. Berkelip-kelipan memukau pandangan setiap insan.

Mengingatkan, kepada satu perjalanan.

Aku masih di sini, bungkam dan keresahan.

Jejak-jejak perjalanan mulai hadir bagaikan bayang.

Dari saat aku mulai belajar bertatih, merangkak dan tersembam sehinggalah ke saat aku yang kini gagah berjalan dan berlari mengharung lautan, merentas gelombang.

Sketsa-sketsa silam mulai muncul bagaikan bunga-bunga teratai yang mekar berkembang. Putih dan hitamnya warna-warna kehidupan.

Aku belajar mengenali warna-warna pelangi apabila aku mulai berlari mengejar mimpi.Berlari dengan pedih peri luka di hati, bersama menjaring hakikat realiti.

Aku tak mahu bermimpi lagi jika mimpi itu persis daun-daun kering yang terbang di udara dan hinggap di kaki-kaki lima tanpa dipedulikan sesiapa.Dipijak dan disepak tanpa rasa. Akhirnya terbakar tanpa meninggalkan sisa.

Haruskah aku menyapa awan yang kadang-kadang mendung apabila bertambah beban.Atau haruskah aku membina batas sempadan yang memisahkan antara cita dan angan. Antara mimpi dan harapan.

Aku kini berjalan tanpa mengikut haluan. Biarkan.
Semua mata memandang di kala aku menebas semak dan habis belukar ditebang.Biarkan.

Suatu hari nanti, aku percaya, jalan yang aku rentas bakal menjadi laluan yang terang tanpa ada pokok yang tumbang menghalang perjalanan.

RUPA TANPA WAJAH

Damaikanlah jiwa ini
Dalam kesangsian ku terus kembara
Aku hanya manusia
Pasti tiada yang dapat ku perlakukan
Sebelum ku pergi....oh...

Tiada apa yang ku pinta
Dalam dunia yang banyak meminta
Aku hanya manusia
Sekadar kebebasan sangat berharga
Maka itu aku terpesona
Terpesona-terpesona
Pada keindahan warna pelangi

Rupa tanpa wajah
Bermain di mata
Berjalan tanpa ikut haluan
Wajah pura-pura
Bertopengkan wira
Menari tanpa ikut irama

Terpesona...
Terpesona...
Terpesona...
Pada keindahan warna pelangi

LAGU/LIRIK: M.NASIR


Biarkan aku menjadi aku.

~darekampo -

No comments: