Thursday, July 15, 2004

Merangkak Ke Awan Biru (Monolog Dalam Diri)

...

Aku masih di sini.Masih berdiri di sudut ini. Sudut yang dahulunya kegemaran aku untuk bertamu. Di sini aku mampu membilang buih-buih putih yang terdampar di pantai kasih. Di sini aku mampu menghitung setiap gemersik angin bayu yang memupuk lembut liang-liang romaku. Di sini aku punyai segala-galanya. Punya rindu dan punya sendu.

Engkau di sana sudah berlari ke langit. Mendesis bak angin, meluncur umpama ombak. Engkau pantas menyusuri liuk-liuk hidup dan meninggalkan aku yang masih merangkak ke awan.

Siapalah aku untuk bersama menghambat waktu di saat-saat engkau menoleh padaku dari kejauhanmu. Siapalah aku untuk berpaut pada alunan angin yang meluncur laju sedangkan gengaman tanganku tidak sekemas pautanmu.

Dari sudut yang terpinggir ini aku cuma memohon satu.

Aku cuma memohon agar aku masih layak digelar temanmu walau kita dipisahkan dengan jarak yang jauh berpuluh batu.

Biarkan aku di sini. Di sudut yang asing ini. Aku temui sejuta ketenangan dan seribu kebahagiaan yang membelai setiap derap langkahku. Pergilah engkau dengan rentak larianmu yang pantas meninggalkan aku yang termanggu.

Biarlah aku merangkak ke awan biru tatkala engkau berlari jauh ke langit ungu.

*Inilah yang aku rasakan semasa aku memandu kancil baru-baru ini dan sebuah BMW memotong kereta aku dengan tanpa mengambilkira kewujudanku.*

~d’arkampo - "Did you ever see an unhappy horse?
Did you ever see a bird that had the blues?
One reason why birds and horses are not unhappy is because they are not trying to impress other birds and horses."
Dale Carnegie

No comments: